tilikbanua.com
Berita Utama

Lanud Sjamsudin Noor Siagakan 14 Pesawat, Perketat Patroli dan OMC Usai Karhutla Kalsel-Kalteng Menurun Signifikan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor memastikan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) terus digeber tanpa kendor.

Meskipun titik panas (hotspot) dilaporkan sudah menunjukkan penurunan yang sangat signifikan berkat hujan deras pada akhir pekan lalu, kesiagaan penuh tetap diberlakukan.

Komandan Lanud (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menegaskan bahwa langkah antisipatif ini merujuk langsung pada instruksi Presiden RI agar seluruh instansi mengerahkan potensi maksimal hingga bencana karhutla benar-benar tuntas.

“Atas perintah Bapak Presiden, di mana penanganan karhutla ini sangat serius, masif, dan segala sumber daya yang kita miliki harus kita keluarkan seluruhnya untuk menangani karutla yang berada khususnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujar Kolonel Pnb Hilman saat diwawancarai.

Sebagai wujud keseriusan tersebut, Lanud Sjamsudin Noor mengerahkan total 14 pesawat di posko utama, di mana kekuatan udara ini dibagi ke dalam tiga lini penugasan strategis yang mencakup delapan pesawat khusus untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), lima pesawat untuk misi waterbombing, serta satu unit helikopter yang disiagakan untuk patroli wilayah secara berkala.

Kesuksesan memicu hujan deras pada hari Minggu dan Senin sebelumnya menjadi motivasi kuat bagi tim di lapangan. Sejak Selasa pagi, armada langsung digerakkan untuk memperluas jangkauan pembentukan awan hujan.

Sebanyak empat pesawat diterbangkan untuk melaksanakan penyemaian NaCl (garam) di wilayah Kalimantan Tengah. Sementara itu, dua pesawat lainnya disebar dengan misi spesifik di wilayah Kalsel yaitu satu pesawat menyisir wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, serta satu pesawat lainnya dikerahkan melakukan penyemaian dry ice di atas langit Banjarmasin.

“Semoga upaya kita ini diberikan hasil oleh Tuhan untuk menghasilkan hujan seperti yang kita rasakan di hari Minggu dan hari Senin kemarin,” ungkap Kolonel Pnb Hilman penuh harap.

Pilot pesawat Casa NC-212, Kapten Pnb Edwin Aldrin membeberkan kerumitan teknis di balik upaya mendobrak kubah asap pekat yang kerap menghalangi proses kondensasi awan. Timnya mengombinasikan dua metode beruntun untuk membuka lapisan inversi udara.

“Kita terbang ke ketinggian blocking dari 10.000 kaki sampai dengan 12.000 kaki. Kita melaksanakan penaburan dry ice dengan harapan suhu udara dapat turun mendingan sehingga membuka lapisan asap atau lapisan inversi yang ada di atas langit, sehingga cahaya matahari masuk. Kemudian setelah cahaya matahari masuk terjadilah penguapan, kemudian muncul awan, baru kita tabur lagi menggunakan NaCl,” jelas Kapten Pnb Edwin.

Pada sorti pertama hari itu saja, tim telah menaburkan 800 kilogram garam (NaCl) di area utara-timur laut hingga ke atas Kota Palangkaraya. Meski berpacu dengan cuaca ekstrem, Kapten Pnb Edwin memastikan bahwa kondisi penerbangan sejauh ini masih terkendali.

“Alhamdulillah kendala signifikan sementara belum ada, sedangkan visibility sampai dengan detik ini masih dalam batas limitasi hingga operasi masih tetap bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (Caca/Razie)

Related posts

Krisis Air Bersih di Cempaka, Palam, dan Landasan Ulin Timur, BPBD Banjarbaru Sebarkan Tandon Air Bersih

razie albanjari

Diserbu Pembeli dan Relawan Karhutla, Toko Alkes di Banjarbaru Jamin Stok Masker Aman dan Harga Normal

razie albanjari

Batik Air Malaysia Resmi Terbang dari Banjarmasin, Konektivitas Kalsel-Kuala Lumpur Makin Terbuka

razie albanjari

Leave a Comment