BANJABARU, tilikbanua.com – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengerahkan berbagai upaya inovatif untuk menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang membakar kawasan lahan gambut di Kota Banjarbaru.
Salah satunya dengan menerjunkan cairan pemadam ramah lingkungan buatan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel di kawasan Awang Peramuan, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang.
Pantauan di lokasi pada Rabu (2/9/2026), proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan khusus berupa nozzle suntik gambut.
Alat ini bekerja dengan cara ditancapkan menembus lapisan tanah gambut, lalu mengalirkan cairan inovasi Bidlabfor langsung ke titik pusat bara api di dalam tanah.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD telah berjibaku memadamkan api di lokasi tersebut selama dua minggu.
Meski permukaan tampak terkendali, asap tebal terus keluar akibat bara api yang masih membara di bawah tanah.
“Sampai sore hari ini kelihatan di bawah tanah masih membara. Karena itu kita coba aplikasikan inovasi dari Labfor ini, dan Alhamdulillah hari ini kita melihat hasilnya cukup efektif,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di lokasi kebakaran.
Melihat efektivitas cairan tersebut, Kapolda menegaskan akan memperbanyak produksinya secara massal.
Namun, saat ini pihaknya masih menunggu pengiriman beberapa bahan baku yang harus didatangkan langsung dari Pulau Jawa.
“Apabila nanti diperbanyak dalam jumlah massal, kami akan bekerja sama dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mentransportasikan bahan baku ke Kalsel. Mudah-mudahan ikhtiar ini membuahkan hasil untuk mengurangi, bahkan menghilangkan kabut asap di Kalsel,” tegasnya.
Sementara itu, PS Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel, AKP Meilia Rahma Widiana, menjelaskan bahwa formula buatan timnya menggunakan bahan surfaktan yang aman bagi ekosistem.
“Kami menggunakan surfaktan yang ramah lingkungan, sehingga tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi. Ketika kondisi tanah kembali normal, tanaman diharapkan tetap bisa tumbuh subur,” terang Meilia.
Ia menjelaskan, mekanisme kerja surfaktan ini membuat penggunaan air jauh lebih efektif dalam memadamkan api lahan gambut.
Prinsip utamanya adalah memutus dan menutup suplai oksigen yang masuk ke dalam lapisan tanah.
Sementara itu terkait proses produksi, Bidlabfor Polda Kalsel mampu memproduksi cairan pemadam ini dalam waktu singkat meski dengan personel terbatas.
“Untuk membuat 100 liter larutan ini, kami dapat mengerjakannya dalam sehari dengan dikerjakan oleh tiga personel yang ada di laboratorium,” tuntas Meilia. (Caca/Razie)


