tilikbanua.com
Pendidikan

Keceriaan Family Gathering Kelas 1 SDIT Ukhuwah dan SDIT Ukhuwah 2, Saat Anak dan Orang Tua Menorehkan Kenangan Bersama.

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Tawa dan keceriaan anak-anak berpadu dengan semangat para orang tua saat berada di halaman SD Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah dan SDIT Ukhuwah 2, Sabtu (22/8/2026).

Pagi itu, halaman sekolah tidak sekadar menjadi tempat berkumpul. Ia berubah menjadi ruang penuh keakraban, tempat anak-anak kelas 1 berlari, tertawa, dan berlomba bersama ayah maupun ibunya dalam kegiatan Family Gathering Jenjang Kelas 1 yang mengusung tema “Bersama Keluarga, Tumbuhkan Keceriaan, Eratkan Silaturahmi.”

Tema tersebut menjadi gambaran tujuan utama kegiatan. Sekolah ingin menghadirkan ruang bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama, membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antarkeluarga siswa dan sekolah.

Bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang sekolah dasar, kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah menjadi pengalaman yang tidak biasa. Jika biasanya mereka bertemu ayah dan bunda di rumah, kali ini keduanya hadir langsung di lingkungan sekolah, ikut bermain, tertawa, bahkan berkompetisi bersama.

Kegiatan diawali dengan senam bersama. Anak-anak dan orang tua mengikuti gerakan dengan penuh semangat. Ada yang bergerak dengan lincah, ada pula yang sesekali tertawa karena gerakannya tidak sama dengan peserta lainnya. Namun, justru dari suasana santai itulah keakraban mulai terbangun.

Keceriaan semakin terasa ketika perlombaan dimulai. Berbagai permainan sederhana disiapkan sekolah, mulai dari estafet bola, estafet kelereng, estafet gelang karet hingga estafet gelas. Permainan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana membangun kekompakan antara anak dan orang tua.

Sorak-sorai terdengar dari peserta dan keluarga yang memberikan dukungan. Dalam estafet, misalnya, anak dan orang tua harus saling bekerja sama agar benda yang dibawa dapat berpindah dengan baik. Ada yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan cepat, tetapi ada pula yang justru membuat suasana semakin mengundang tawa ketika kelereng terjatuh atau gelas harus kembali diambil.

Tidak ada wajah kecewa yang berkepanjangan. Ketika satu tim gagal, tawa justru pecah. Ketika berhasil, tepuk tangan dan sorakan langsung bergema.

Bukan tentang siapa yang paling cepat atau siapa yang membawa pulang hadiah paling banyak, melainkan tentang bagaimana anak merasakan kehadiran orang tuanya dan bagaimana orang tua memiliki kesempatan untuk masuk ke dunia anak dengan cara yang menyenangkan.

Kepala SDIT Ukhuwah 2, Abdul Muhsi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi anak-anak maupun orang tua untuk menciptakan kenangan yang kelak akan terus diingat.
Menurutnya, kebersamaan orang tua dengan anak dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari sejarah perjalanan tumbuh kembang anak.

“Kesempatan ini adalah kesempatan bersejarah bagi anak kita dan sejarah bagi kita semua. Kita akan dikenang oleh anak-anak,” ujarnya.

Abdul Muhsi mengingatkan bahwa kehadiran orang tua dalam perjalanan pendidikan anak memiliki makna yang sangat besar. Bahkan, aktivitas sederhana seperti mengantarkan anak ke sekolah dapat menjadi memori yang melekat dalam ingatan mereka.

“Kita akan dikenal oleh anak kita ketika kita mengantarkan ke sekolah. Mungkin orang tua kita juga dulu mengantarkan kita ke sekolah. Ayah, bunda, bahkan kakek dan nenek kita mengantarkan kita ke sekolah,” katanya.

Karena itu, ia berharap momen kebersamaan dalam Family Gathering dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak.

“Hari ini mungkin menjadi sejarah bagi anak-anak kita juga. Insyaallah akan bermakna di kemudian hari,” tuturnya.

Setelah seluruh perlombaan selesai, suasana halaman sekolah kembali dipenuhi keceriaan saat memasuki acara pembagian hadiah. Anak-anak yang berhasil memenangkan perlombaan menerima hadiah dengan wajah sumringah, sementara peserta lainnya tetap mendapatkan apresiasi atas keberanian dan semangat mereka mengikuti kegiatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan sehat dan bergizi bersama di kelas masing-masing. Anak-anak duduk berdampingan dengan ayah dan ibu mereka, menikmati makanan dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Momen makan bersama itu menjadi penutup yang sederhana, tetapi sarat makna. Setelah sebelumnya mereka bergerak, bermain dan tertawa bersama, kini anak dan orang tua duduk dalam satu kebersamaan.

Related posts

Lomba Makan Kerupuk “Syar’i” dan Bazar, Cara Seru SDIT Ukhuwah dan SDIT Ukhuwah 2 Tanamkan Nilai Akhlak dan Jiwa Wirausaha

razie albanjari

Tantangan FTK di Tengah Era AI, FORDETAK Dorong Lahirnya Guru Berkualitas dan Adaptif

razie albanjari

Pesan KH Hasanuddin di Harlah ke-112 Ponpes Darussalam Martapura

razie albanjari

Leave a Comment