tilikbanua.com
Berita Utama

Mediasi Berujung Damai, Al-Furqan Komitmen Perkuat Pembinaan dan Pendampingan Santri

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Persoalan yang melibatkan sejumlah santri di Pondok Pesantren Modern Al-Furqan Muhammadiyah Banjarmasin diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

Mediasi antara keluarga santri yang terlibat digelar pada Minggu (16/8/2026), dengan menghadirkan orang tua dan santri kelas 11 dan 12. Pertemuan tersebut turut dihadiri pimpinan pondok serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Al-Furqan.

Kepala Asrama Ponpes Al-Furqan, Ustaz Chusnul Akib mengatakan, mediasi menjadi ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan aspirasi, masukan, sekaligus mencari jalan terbaik bagi seluruh santri.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga santri kelas 12 menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga santri yang terdampak. Setelah melalui pembicaraan bersama, kedua pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam sejumlah poin perbaikan dan disaksikan oleh pimpinan pondok serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah.

“Alhamdulillah bisa terselesaikan dengan damai secara kekeluargaan,” ujar Akib, saat ditemui redaksi tilikbanua.com, Senin (17/8/2026).

Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, pihak pondok menurut Akib tetap mengambil langkah pembinaan terhadap santri kelas 12 yang terlibat.

Mereka diberikan Surat Peringatan (SP) 2 dan diwajibkan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi pelanggaran. Apabila kembali melakukan pelanggaran, sanksi dapat ditingkatkan menjadi SP3 berupa dikeluarkan dari asrama.

Selain memberikan pembinaan kepada santri, pihak pondok juga melakukan evaluasi terhadap pola pendampingan di lingkungan asrama.
Untuk sementara, organisasi mudhabir dan mudhabiro yang selama ini melibatkan santri kelas 11 dan 12 dalam membantu berbagai aktivitas di asrama dibekukan.

Sebagai gantinya, kegiatan dan pendampingan santri akan dilakukan secara langsung oleh ustaz dan ustazah.

“Untuk sementara kita bekukan, jadi tidak ada lagi keorganisasian mudhabir-mudhabiro. Sebagai penggantinya adalah ustaz langsung yang menjalankan semua kegiatan,” kata Akib.

Diakui Akib, selama ini mudhabir dan mudhabiro memiliki peran membantu kegiatan santri, di antaranya pendampingan bahasa Arab dan Inggris, aktivitas di masjid, serta membantu pengawasan kegiatan sehari-hari di asrama.

Ia menegaskan, hubungan antarsantri kelas 11 dan 12 selama ini pada dasarnya berjalan dengan baik. Para santri menjalani berbagai aktivitas bersama selama berada di lingkungan pesantren.

“Selama ini Alhamdulillah aman, tidak ada masalah,” ujarnya.

Perubahan pola pendampingan tersebut, sambung Akib, menjadi bagian dari evaluasi internal pondok untuk memastikan proses pembinaan santri dapat berjalan semakin baik.

Pihak pondok berharap penyelesaian secara kekeluargaan dan evaluasi yang dilakukan dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya saling menghormati, kepedulian, serta pendampingan terhadap seluruh santri.

Sebelumnya, persoalan bermula dari kejadian di lingkungan asrama pada Sabtu malam (8/8/2026) yang melibatkan santri kelas 11 dan kelas 12. Sejumlah santri kelas 11 mengalami perlakuan yang kemudian menjadi perhatian keluarga dan pihak pondok. Salah seorang santri juga sempat mendapatkan penanganan medis.

Setelah mengetahui persoalan tersebut, pihak pondok melakukan pendalaman dan berkomunikasi dengan keluarga santri. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dan mediasi antara keluarga santri pada Minggu (16/8/2026).

Dengan tercapainya kesepakatan secara kekeluargaan, pihak pondok kini memfokuskan langkah pada pembinaan, evaluasi, serta penguatan sistem pendampingan agar lingkungan pendidikan dan kehidupan asrama tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan seluruh santri.

“Intinya kami sangat terbuka terhadap aspirasi dan saran untuk kebaikan pondok,” pungkas Akib.

Related posts

Kabut Karhutla Mengintai, Kasus Ispa di Banjarbaru Merangkak

razie albanjari

Pemko Banjarmasin Kejar Target Pengisian Furnitur Rumdin Wakil Wali Kota, Pastikan Sesuai Standar Kedinasan

razie albanjari

Protes Listrik Padam di Kalselteng, Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu “Sumbang” Batubara ke PLN

razie albanjari

Leave a Comment