BANJARBARU, tilikbanua.com – Pemkot Banjarbaru resmi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Penetapan ini menyusul ditemukannya tiga titik hotspot di wilayah kota tersebut.
Penetapan dilakukan dalam rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (16/7)
Dalam rapat tersebut, Kecamatan Cempaka tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.
“Dari tiga hotspot yang ada saat ini, Cempaka menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan apel kesiapsiagaan dan menyiapkan posko-posko terpadu agar seluruh personel dan peralatan siap bergerak kapan saja,” ujar Lisa.
Menurutnya, kemunculan hotspot tersebut menjadi sinyal awal yang harus segera ditangani agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.
Penetapan status siaga di Banjarbaru juga merupakan tindak lanjut dari keputusan Pemprov Kalsel yang sebelumnya telah menetapkan status darurat karhutla dan kekeringan di tingkat provinsi.
Lisa menegaskan, penanganan ancaman karhutla tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, dunia usaha, relawan hingga masyarakat.
“Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dunia usaha maupun masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, Pemko Banjarbaru juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Lisa mengingatkan bahwa pembakaran lahan dapat memicu bencana asap, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah karhutla. Mari bersama-sama menjaga Banjarbaru agar tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana asap,” tegas Lisa. (Hasan/Razie)


