tilikbanua.com
Kesehatan

Antisipasi Kabut Asap, RSUD Sultan Suriansyah Siapkan UGD dan Layanan Rujukan ISPA

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka kejadian ISPA telah menembus sekitar 1.874 kasus.

Menanggapi kondisi tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis guna mengantisipasi kemungkinan timbulnya pasien dengan kriteria berat.

​Meskipun jumlah kasus di tingkat kota tercatat cukup tinggi, penanganan awal sebagian besar masih terfokus di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

RSUD Sultan Suriansyah sendiri disiagakan sebagai benteng penanganan tingkat lanjut.

​Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr. Fajar Sukma Nan Agung, menegaskan bahwa kesiapan tempat dan petugas medis di Unit Gawat Darurat (UGD) telah diprioritaskan.

​”Fasilitas di Unit Gawat Darurat (UGD) memang sudah disiapkan, baik untuk penanganan penyakit ISPA maupun penyakit-penyakit lainnya,” kata dr. Fajar dikonfirmasi Senin (07/09/2026).

​dr. Fajar menjelaskan bahwa mekanisme penanganan pasien ISPA menerapkan alur rujukan berjenjang. Mayoritas warga yang terpapar asap mengandalkan layanan pemeriksaan medis awal di Puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Pada prinsipnya, RSUD Sultan Suriansyah merupakan sarana rujukan, sehingga pemeriksaan pertama tetap dilakukan di Puskesmas. Apabila penyakit berlanjut, baru dirujuk ke kami,” terangnya.

​Meski menerapkan sistem rujukan, jalur khusus langsung menuju UGD tetap terbuka bagi pasien yang membutuhkan pertolongan darurat atau mengalami komplikasi pernapasan yang tergolong parah.

​”Kecuali memang keadaan yang gawat darurat. Misalkan terjadi peningkatan kabut asap dan pasien merasa sesak seperti kondisi status asthmaticus atau asma kumat akibat asap, itu bisa langsung datang ke rumah sakit,” lanjutnya.

​Hingga saat ini, pihak rumah sakit mencatat belum terjadi lonjakan signifikan untuk pasien rawat inap rujukan ISPA di RSUD Sultan Suriansyah.

Sebagian besar kasus ISPA dari data Dinkes masih dapat ditangani secara efektif di Puskesmas.

​Kendati demikian, RSUD Sultan Suriansyah tetap bersiaga penuh dengan menyiapkan ruangan, tempat tidur, serta sarana pendukung penanganan gangguan pernapasan.

Masyarakat Kota Banjarmasin juga diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan tidak menunda pemeriksaan ke Puskesmas jika mulai merasakan gejala gangguan saluran pernapasan. (Rian/Razie)

Related posts

Asap Karhutla Jadi Pemicu Utama, Kasus ISPA di Banjarbaru Melonjak Tembus 1.000 Kasus

razie albanjari

Kabut Karhutla Mengintai, Kasus Ispa di Banjarbaru Merangkak

razie albanjari

Sungai di Banjarmasin Mulai Terintrusi Air Asin, PAM Bandarmasih Siapkan Strategi Mitigasi

razie albanjari

Leave a Comment