tilikbanua.com
Politik

Hijaukan Bantaran Sungai Martapura: Kodim 1007/Banjarmasin Tanam 1.000 Pohon demi Tahan Erosi dan Perbaiki Kualitas Udara

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Langkah nyata perbaikan kualitas lingkungan dan penyelamatan kawasan bantaran sungai terus digalakkan di Kota Banjarmasin.

Sebanyak 1.000 bibit pohon keras kini disebar dan ditanam di berbagai titik strategis, khususnya di wilayah pinggiran Sungai Martapura yang rawan tergerus aliran air.

​Aksi penghijauan skala besar ini digerakkan oleh Kodim 1007/Banjarmasin bersama Polresta Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin, mahasiswa, hingga Gerakan Pramuka.

Penanaman difokuskan pada kawasan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan melalui aksi langsung jajaran Koramil setempat. Salah satunya di kawasan Taman Muara Kelayan pada Rabu (09/09/2026).

​Pemilihan vegetasi difokuskan pada daya tahan dan fungsinya terhadap ekologis sungai. Jenis pohon yang mendominasi penanaman kali ini adalah mahoni dan trembesi.

​Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi, menegaskan pentingnya pemilihan spesies pohon keras untuk memperkuat struktur tanah di area perairan.

​”Kita yang berada di wilayah aliran sungai, kita tanam pohon keras seperti mahoni dan trembesi. Tujuannya jelas, selain untuk penghijauan juga untuk menahan erosi pada aliran sungai,” ujarnya di sela kegiatan di kawasan Taman Teluk Kelayan, Rabu (9/9/2026).

​Selain berfungsi sebagai penahan abrasi dan erosi tepi sungai, keberadaan 1.000 bibit pohon ini diproyeksikan menjadi suplai oksigen alami serta benteng pertahanan ekologi di tengah terik kemarau dan ancaman krisis iklim.

​”Apalagi kondisi saat ini kemarau hingga dampak pemanasan global. Harapannya, partisipasi ini dapat berdampak terhadap penghijauan dan membantu pernapasan dunia,” katanya.

​Keberhasilan penanaman ini sangat bergantung pada perawatan jangka panjang. Masyarakat sekitar bantaran sungai dan pihak terkait diimbau untuk ikut menjaga agar bibit yang tertanam mampu tumbuh optimal hingga menjadi pohon pelindung.

​Pohon memiliki fungsi vital yang tak tergantikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari menekan polusi udara, menghasilkan oksigen, hingga menjaga daya serap dan cadangan air tanah bagi Banjarmasin.

​”Gerakan hari ini juga sebagai upaya menguatkan kesadaran bersama untuk merawat dan mencintai alam, untuk diwariskan pada generasi selanjutnya,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Lewat Aksi Bagi Bendera, Wali Kota Banjarbaru Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kerukunan

razie albanjari

Antispasi Intrusi Air Laut saat Musim Kemarau, PAM Bandarmasih Perketat Pengawasan Kualitas Air Baku

razie albanjari

Ambruknya Jembatan Kayu di Mantuil Jadi Alarm, Dinas PUPR Banjarmasin Prioritaskan Evaluasi Ratusan Jembatan Rawan

razie albanjari

Leave a Comment