BANJARMASIN, tilikbanua.com – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat merespons rusaknya alat Stasiun Pemantau Kualitas Udara Otomatis (Air Quality Monitoring System/AQMS) yang berada di wilayahnya.
Alat pemantau milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) tersebut saat ini tengah dalam proses perbaikan setelah Pemko Banjarmasin mengirimkan surat resmi.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengonfirmasi bahwa pihak kementerian telah memberikan respons positif dan perbaikan teknis sedang berlangsung.
”Saya dapat informasi bahwa alat tersebut adalah milik kementerian. Kita sudah bersurat ke kementerian dan alhamdulillah ada respon, secepatnya akan dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini bisa selesai,” ujar Yamin di Balai Kota, Sabtu (22/08/2026).
Meski rata-rata kualitas udara di Banjarmasin masih berada dalam kategori normal, Wali Kota mengungkapkan bahwa indikator pemantauan sempat menunjukkan sinyal kuning di beberapa titik.
Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai langkah pencegahan, Wali Kota menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin untuk segera membagikan masker kepada warga, khususnya pekerja lapangan yang rentan terpapar polusi udara.
”Ini harus jadi warning atau waspada bagi kita semua. Saya sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pembagian masker, terutama untuk masyarakat kita yang beraktivitas di luar rumah mencari rezeki, seperti pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja jalanan lainnya,” tegasnya.
Selain pembagian masker dan imbauan pemberian vitamin di seluruh Puskesmas maupun Rumah Sakit, perhatian Pemko Banjarmasin juga tertuju pada sektor pendidikan serta penanganan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Wali Kota mengimbau kepala sekolah dan guru untuk mengurangi aktivitas luar ruangan bagi siswa.
“Kegiatan seperti olahraga disarankan dialihkan ke dalam ruangan. Jika kondisi kualitas udara terus memburuk, kita membuka opsi untuk menerapkan pembelajaran dari rumah (school from home),” bebernya.
Yamin pun meminta Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, untuk terus bersiaga serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu penanganan karhutla di daerah tetangga yang asapnya berpotensi terbawa ke wilayah Banjarmasin.
“Kita mengingatkan para orang tua agar membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah hingga kondisi udara benar-benar kembali pulih dan aman,” tutupnya. (Rian/Razie)


