tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

214 Hektare Sawah di Banjar Terdampak Kekeringan, Petani Waspadai Risiko Penurunan Produksi

MARTAPURA, tilikbanua.com – Musim kemarau yang datang lebih cepat mulai berdampak pada lahan pertanian di Kabupaten Banjar.

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mencatat hingga 17 Juli 2026, sekitar 214,5 hektare sawah terdampak kekeringan, meski belum ada laporan gagal panen (puso).

Lahan terdampak tersebar di Kecamatan Beruntung Baru seluas 160 hektare, Martapura Barat 30 hektare, Martapura 21 hektare dan Sungai Tabuk 3,5 hektare.

Kekeringan terutama mengancam sawah yang ditanami padi lokal karena memiliki masa tanam lebih panjang.

“Yang rentan terdampak saat ini adalah petani yang menanam padi lokal. Umur tanamnya lebih panjang sehingga ketika kemarau datang lebih cepat, tanaman belum sempat dipanen,” ucap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Banjar, Nurul Chatimah.

Menurut Nurul, petani memperkirakan pola cuaca tahun ini serupa dengan 2025 yang masih mengalami kemarau basah. Namun, curah hujan justru menurun sejak Mei sehingga cadangan air di sejumlah lahan tidak mencukupi.

Meski belum mengancam gagal panen, dinas pertanian mewaspadai penurunan produktivitas akibat terganggunya pengisian bulir padi.

Jumlah lahan terdampak juga diperkirakan masih bertambah karena beberapa wilayah mulai menunjukkan gejala kekeringan.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan 219 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani serta mengusulkan tambahan 225 unit pompa kepada Kementerian Pertanian.

Petani juga diimbau menyesuaikan pola tanam dengan prakiraan musim. (April/Razie)

Related posts

Biar Tak Kena Sanksi, DPMPTSP Banjarmasin Bimbing 100 Pengusaha Tuntaskan Laporan Investasi

razie albanjari

Puncak Hari Anak Nasional Ke-42: Pemko Banjarmasin Perkuat Pemenuhan Hak Anak dan Pendidikan Karakter

razie albanjari

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Telusuri Dugaan Pelecahan Oknum Guru SDN Teluk Dalam 3

razie albanjari

Leave a Comment